MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition) di Indonesia kian maju seiring dengan perkembangan industri pameran dan pariwisata Nusantara yang tidak hanya isapan jempol semata. Peluang  besar bagi para Professional Conference Organizer di tanah air menjadi kekuatan untuk menang di kancah bisnis MICE beskala Asia Pasific hingga internasional.

hal ini tidak luput dari fasilitas serta promosi besar-besaran atas nama republik Indonesia dimana banyak daerah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk kunjungan wisata diikuti dengan fasilitas konvensi yang representatif. Mengutip pernyataan Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Pemerintah telah menempatkan MICE sebagai produk unggulan pariwisata nasional sebagai daya tarik wisatawan mancanegara.

Pelaku bisnis pariwisata, asosiasi pariwisata (ASITA, PHRI, INCCA, ASPERAPI) , perguruan tinggi, JCC, ICE BSD, JIExpo, media, dan Pemerintah diharapkan saling bergandengan untuk menuju MICE terdepaan sebagai bentuk kontribusi pemerintah dalam memajukan “Value” dari kualitas SDA maupun SDM dalam kancah MEA dan dinamika perekonomian internasional dengan mengedepankan 9 pilar yaitu diantaranya pertama; penguatan kelembagaan MICE, peningkatan aksesibilitas, peningkatan infrastruktur, pengembangan SDM dan kualitas pelayanan, penggunaan teknologi dan pengembangan konsep sustainability dalam penyelenggaraan kegiatan MICE.

Selain itu juga adanya sikap penjamin safety & security, penguatan riset dan statistik, membangun citra destinasi dan terakhir menjaga serta mempertahankan keberagaman alam dan budaya sebagai daya tarik destinasi.NUG

Photo : Nugroho87

 

 

.