Garut bak Switzerland dimata Belanda kala itu. Hingga kini kota dengan julukan Swiss Van Java menjadi wilayah yang masuk kategori wilayah dengan produktifitas UKM yang memadai salah satunya kulit. Selain keindahan sumber daya alamnya, Garut memiliki pakem UKM kulit adalan yaitu kulit domba berskala besar dengan lalu lintas ekspor yang konsisten.

Garut merupakan salah satu kabupaten/kota yang mengembang biakan domba yang khas yaitu domba hasil perkawinan campuran dari domba lokal dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Autralia. Itulah mengapa kota Garut dikenal sebagai penghasil kerajinan kulit berkualitas tinggi di sektor kulit domba.

Pasang surut pasti terjadi, namun SDM perajin dan produsen kulit di kota ini tidak pernah berhenti. Sukaregang contohnya yang menjadi daerah produsen hasil kulit terbesar di Garut. Toko-toko di sukaregang sebagian besar menjajakan barang dari kulit asli, seperti kulit domba garut, kerbau dan sapi. Adapun produk/barang yang berbahan kulit yang dapat didapatkan seperti dompet, tas, jaket kulit ikat pingga dan sepatu.

Jaket kulit khususnya, menjadi salah satu industri fashion yang telah di produksi bukan hanya dipasarkan di dalam negeri tetapi juga telah di pasarkan ke beberapa negara diantaranya Malaysia, Singapore, Korea, Hongkong dan Jepang. Hal ini menjadi gambaran bahwa UMKM nusantara menjadi kegiatan industri yang layak dan pantas diperhitungkan di tahun-tahun selanjutnya dalam mensukseskan industri kerajinan lokal di mata dunia.ANI/nug